Densus 88 Geledah Rumah Teroris, Tiga Bom Diledakkan

Home / Berita / Densus 88 Geledah Rumah Teroris, Tiga Bom Diledakkan
Densus 88 Geledah Rumah Teroris, Tiga Bom Diledakkan Lokasi rumah tersangka teroris di Perumahan Wisma Indah Wonorejo Surabaya, Minggu (13/5/2018).(FOTO: Lely/ TIMES Indonesia)

TIMESBONTANG, SURABAYA – Warga Perumahan Wisma Indah Kelurahan Wonorejo Kecamatan Rungkut Surabaya geger. Mereka mendapat perintah keluar rumah dalam radius 300 meter, karena Densus 88 menemukan bom di rumah tersangka pelaku bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5/2018).

Menurut keterangan Adi, selaku Sub RT 02 RW 03 perumahan setempat, enam orang tersangka adalah warga perumahan tersebut sejak delapan belas tahun silam. 

“Saya kenal karena sudah lama tinggal di sini selama 18 tahun. Keluarganya biasa dan baik seperti keluarga yang lain, namun orangnya cenderung tertutup tidak mau identitasnya diketahui orang lain dan tidak pernah keluar rumah,” terang Adi.

Bom-di-Wonocolo-A.jpg

Warga sekitar mengenal tersangka sebagai keluarga yang tertutup dan tidak pernah bersosialisasi. Dalam keseharian, mereka menjual jamu dan produk herbal. Selama menjadi warga, mereka juga menolak menyerahkan data diri.

“Kalau diajak rapat tidak pernah hadir dan tidak pernah menyerahkan data berupa KK dan sebagainya, saya hampir tidak pernah tahu kegiatannya, mereka berjualan jamu,” sambungnya.

Pelaku yang merupakan satu keluarga terdiri dari sepasang suami istri dan empat orang anak itu diketahui rajin beribadah dengan melaksanakan shalat di masjid.

Risma.jpg

“Saya ketemu hanya pagi biasanya. Ibadahnya rajin, pagi shalat di masjid belakang,” tuturnya.

Namun sejauh ini, Adi mengaku belum pernah melihat keluarga tersebut menerima tamu.

“Biasanya saya dapat informasi dari satpam. Dua tahun lalu sering ada kumpul - kumpul seperti bela diri tapi dua tahun belakangan sudah tidak ada lagi,” tambah Adi.

Ketika Densus 88 melakukan penggeledahan sejak pukul 15.30 WIB sore di rumah nomor 14 tersebut, warga otomatis kaget dan merasa kecolongan. Tetangga yang biasa dipanggil Pak Ditak oleh warga sekitar, ternyata adalah pelaku kejahatan keji bersama istri serta empat anaknya dalam insiden bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya pagi tadi.

“Disuruh keluar radius 300 meter, warga disuruh keluar dulu karena kira - kira masih ada tiga bom di rumah tersangka yang akhirnya diledakkan,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, lokasi sekitar perumahan masih mendapat pengaman ketat dan disterilkan. Nampak Walikota Surabaya, Tri Risma Harini juga berada di lokasi perumahan tersebut.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com