Cetak Kader Penulis, LTN NU Gelar Pelatiham Jurnalistik

Home / Berita / Cetak Kader Penulis, LTN NU Gelar Pelatiham Jurnalistik
Cetak Kader Penulis, LTN NU Gelar Pelatiham Jurnalistik Andiono Putra saat membuka pelatihan jurnalistik beserta pengasuh PP Nurul Ma’rifah. (FOTO: Bahrullah/TIMES Indonesia)

TIMESBONTANG, BONDOWOSO – Untuk mencetak kader penulis, pengurus cabang Lembaga Ta’lim Wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Bondowoso menggelar pelatihan jurnalistik di Aula SMA pondok pesantren Nurul Ma’rifah, Poncogati kecamatan Curahdami Bondowoso.

"Pelatihan ini kami adakan untuk mencetak kader NU agar mempunyai kemampuan jurnalistik," ungkap Andiono Putra, Ketua PC LTN NU Bondowoso, Minggu (13/5/2018).

Lebih lanjut, Andiono menyampaikan, bahwa pelatihan jurnalistik dilaksanakan atas kerjasama dengan pengurus anak cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kecamatan Curahdami.

Pelatiham-Jurnalistik-1.jpg

Kata Andiono, usia pelatihan ini, kader NU diharapkan memiliki keahlian untuk menulis yang berkualitas yang bisa dibaca jutaan pembaca. "Tentu di zaman milenial ini sangat dibutuhkan untuk melawan hoaks dan untuk melawan tulisan-tulisan yang berisi hasutan radikalisme," imbuhnya.

Adapun peserta pelatihan ini terdiri dari siswa SMA dan mahasiswa. “Mereka kami latih teknik liputan, den kami kenalkan mereka macam-macam dan nilai berita, selain itu kami juga bimbing mereka teknik penulisan berita,” katanya.

Pelatiham-Jurnalistik-2.jpg

Sementara, KH Muhammad Ilyasa’ Kholis, pengurus yayasan pondok pesantren Nurul Ma’rifah menyampaiakan, bahwa sebagai kader NU, di zaman milenial ini harus memenfaatkan media sosial dengan kamampuan jurnalistik yang handal, khususnya dalam memerangi kelompok-kelompok aliran yang memiliki faham radikal.

"Ini perlu, karena mereka saat ini telah menebar doktrinnya dengan memanfaatkan media sosial, membuat  berita sesat dengan cara menciptakan dan menyebarkan hoaks," imbuhnya.

Kata KH Muhammad, dengan kemampuan sebagai penulis dan jurnalistik, kader NU akan semakin mempersempit pergerakan mereka kaum-kaum radikal, sehingga sulit untuk menciptakan kegaduhan dan menebar kebencian terhadap kondisi sosial keumatan.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com