Dalam Situasi Covid-19, Istilah Tripusat Pendidikan Semakin Terasa

Home / Kopi TIMES / Dalam Situasi Covid-19, Istilah Tripusat Pendidikan Semakin Terasa
Dalam Situasi Covid-19, Istilah Tripusat Pendidikan Semakin Terasa M. Luqman Hakim, Wakil Ketua Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini Pasuruan Jatim / Staf pengajar Bahasa Arab di MTs. Al-Yasini Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Pasuruan Jatim.

TIMESBONTANG, PASURUAN – Pandemi Covid-19 yang merabah di nusantara bahkan menyeluruh dunia, banyak hal yang harus dipikirkan oleh semua pimpinan dalam semua sektor. Di antaranya sektor pendidikan yang telah menetapkan untuk belajar di rumah baik melalui media online atau sejenisnya. Tentunya banyak menuai kritikan dari berbagai pihak, baik dari guru, murid bahkan orang tua atau wali murid. 

Namun, di sisi lain ada hikmah yang terkandung sejak stay at home atau tagar belajar di rumah diberlakukan kurang lebih tiga bulan yang lalu hingga sekarang, yaitu istilah Tripusat Pendidikan. Istilah ini dipopulerkan oleh Bapak Pendidikan Nasional, yaitu Ki Hajar Dewantara. Beliau menerangkan bahwa keberlangsungan pendidikan dapat didukung dalam tiga lingkungan, baik di keluarga, sekolah, dan masyarakat.

Di dalam lingkungan Keluarga, sejak diberlakukan belajar di rumah, banyak hal yang positif terjadi dalam aktivitas dalam keluarga itu sendiri, seperti tugas online, di sini sangat dibutuhkan peran dari keluarga ikut mendukung bahkan menemani, membimbing anak-anak mereka. Di sisi lain, kita selama ini, sebelum ada Covid-19 sudahkah kita men-support anak-anak kita dalam hal belajar...? Sudahkah kita membimbing anak-anak kita dalam hal aktivitas sekolah? Sejauh mana selama ini kita menemani belajar anak-anak kita ketika diluar sekolah?

Di sinilah, muncul banyak hikmah yang patut direnungkan oleh semua orang tua terkait keteladanan seorang guru dari anak-anak kita yang telah menyempatkan diri untuk terus mengajar, membina, mengamati, menilai, membimbing dan mengevaluasi anak-anak kita sejak di rumah. Tak terasa, berlinanglah air mata kejujuran di saat saya sendiri menemani putri saya yang sedang duduk di kelas 2 SD mengerjakan tugas dari ibu gurunya selama Covid-19. Bersyukur, putri saya semangat dan bahkan jengkel jika PR tidak langsung dikerjakan.

Artinya, betapa sangat mulianya seorang guru yang terus bersemangat untuk mengajarkan ilmu mereka kepada anak-anak kita, walau keadaan tak memungkinkan. Dan betapa pentingnya peran orang tua dalam mengawal proses pendidikan kepada putra-putrinya.

Semoga dengan adanya wabah ini, kita mampu mengaplikasikan istilah Tripusat Pendidikan dalam kehidupan nyata, baik pendidikan di keluarga, sekolah maupun masyarakat . Amin

***

*)Oleh: M. Luqman Hakim, Wakil Ketua Yayasan Miftahul Ulum Al-Yasini Pasuruan Jatim / Staf pengajar Bahasa Arab di MTs. Al-Yasini Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini Pasuruan Jatim.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis, tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi timesindonesia.co.id

***

**) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4.000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto diri dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**) Naskah dikirim ke alamat e-mail: opini@timesindonesia.co.id

**) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim apabila tidak sesuai dengan kaidah dan filosofi TIMES Indonesia.

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com