Warga Keluhkan Jalan HM Ardans yang Ditutup karena Pengerjaan Proyek

Home / Ekonomi / Warga Keluhkan Jalan HM Ardans yang Ditutup karena Pengerjaan Proyek
Warga Keluhkan Jalan HM Ardans yang Ditutup karena Pengerjaan Proyek Situasi Proyek saluran drainase jalan HM Ardan. (Foto: Istimewa)

TIMESBONTANG, BONTANG – Penutupan jalan proyek saluran drainase di Jalan HM Ardans, Pisangan di Bontang dinilai merugikan warga yang bermukim dan menggantungkan hidup di area jalan tersebut. 

Keluhan warga tak dapat dihindari sejak proyek yang bernilai 1,3 miliar tersebut dikerjakan berakibat pada kelancaran usaha warga, kelancaran transportasi hingga rusaknya ruas jalan yang dijadikan alternatif.

Dari pantauan Bontang TIMES saat menemui earga Jalan HM Ardans yang bermukim di RT 4 Tanjung Laut, mereka menyayangkan upaya pemerintah yang tidak melihat dampak banjir yang justru akan meluas akibat proyek itu.

"Tadinya gorong gorong ini yang mesti dibuka, kenapa malah di bongkar gorong-gorong itu," ujar Simatupang warga RT 4 Kelurahan Tanjung Laut, sembari menunjuk lokasi kerja kepada Bontang TIMES, Kamis (10/10/2019).

Begitupula Asih, salah seorang pedagang pakaian yang berjualan di area Jalan HM Ardans. Asih yang bermukim di kelurahan Satimpo tersebut mengaku tidak ada penghasilan yang diperoleh selama jalan ditutup.

"Saya tidak dapat apa apa pak sekarang, kalau dulu dapat 2 Juta sebulan sekarang tidak ada sama sekali," jelasnya.

Dirinya mengaku protes warga sudah dilayangkan melalui Lurah Satimpo beberapa waktu lalu. "Kami sudah datang ke kelurahan, ada 25 orang kesana protes penutupan jalan ini," ujarnya.

Di lokasi kegiatan proyek tampak beberapa karyawan sedang bekerja. TIMES Indonesia menemui salah seorang karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya. Dia menjelaskan hambatan terbesar pada proyek ini adalah curah hujan.

"Penutupan jalan separuh sulit dilakukan karena masalah ngecor parit yang tidak bisa separuh, tapi insya Allah terkejar targetnya, asal tidak hujan lagi," katanya.

Sementara itu Kepala Bidang Bina Marga, Antasariansyah ketika ditemui dikantornya menjelaskan proyek sudah dilakukan sesuai prosedur kontrak. "Penutupan jalan memang mesti tutup total, dikarenakan pembuatan box cover tidak bisa separuh-separuh," kata Antasariansyah.

Antasari mengakui kondisi curah hujan yang sudah mulai cukup tinggi membuat aktivitas proyek yang dilakukan CV Bima Sakti Perkasa terkendala signifikan. "Mereka juga menemukan pipa PDAM, pipa gas dan faktor curah hujan yang mengganggu pengecoran," terangnya.

Akan tetapi diyakini, pihak kontraktor proyek saluran drainase di Jalan HM Ardans tersebut komit akan merampungkan pekerjaan sebulan ke depan, walau disinyalir kontrak yang ada hingga 16 Desember 2019.(*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com