Menkeu RI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia TA 2018 dapat Berimbas Kenaikan investor

Home / Ekonomi / Menkeu RI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia TA 2018 dapat Berimbas Kenaikan investor
Menkeu RI: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia TA 2018 dapat Berimbas Kenaikan investor Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani (FOTO: Istimewa)

TIMESBONTANG, JAKARTA – Menteri Keuangan (Menkeu RI) Sri Mulyani menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun anggaran 2018 dapat memberikan dampak baik terhadap investor untuk menanam modalnya secara permanen di pasar Indonesia. 

Menurut Menteri Sri, Indonesia dapat menjadi pasar baik bagi para penanam modal mengingat pertumbuhan perekonomian tahun 2018 mencapai 5,17 persen dibanding dengan tahun 2017 hanya sebesar 5,07 persen. 

Meski, Indonesia berada di tengah kondisi eskalasi ketegangan perang dagang dan kondisi persaingan geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan China serta perubahan kebijakan moneter yang terjadi di AS memiliki dampak bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. 

Dengan respon kebijakan dan koordinasi yang solid anatara Pemerintah, Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mampu meminimalisasi dampak risiko global tersebut. 

"Tentu dengan growth dan iklim investasi yang makin baik kita berharap capital inflow masuk ke Indonesia secara lebih permanen," ucap Menteri Sri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Sementara itu, sektor keuangan turut pula menjadi modal kuat Indonesia dalam menarik minat para investor untuk menjadikan Indonesia sebagai pasar modalnya. 

Pasalnya, pemerintah telah mampu menstabilitaskan tekanan terhadap nilai tukar Rupiah terhadap Dollar As yang sempat terdepresiasi pada kisaran Rp 15.200 hingga terjaga pada kisaran nilai tukar sebesar Rp 14.247. 

Terlebih, dengan realisasi rata-rata tingkat suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan pada tahun 2018 sebesar 5,0 persen atau lebih baik dari target APBN sebesar 5,2 persen.

Sehingga Lelang SPN 3 Bulan sepanjang tahun 2018 masih mendapatkan minat yang besar dari investor, walaupun maraknya aksi jual oleh investor asing.

"Daya tarik Indonesia adalah bahwa kita memiliki pertumbuhan ekonomi yang relatif tinggi dan stabil. Dari sisi makro policy-nya juga cukup prudent, dari sisi fiskal dan monetary policy. Itu dengan sendirinya akan memberikan daya tarik kepada capital untuk bisa masuk," jelas Menteri Sri Mulyani. (*) 

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com