BPS: Indikator Kesejahteraan Petani Meningkat pada Juli 2020

Home / Ekonomi / BPS: Indikator Kesejahteraan Petani Meningkat pada Juli 2020
BPS: Indikator Kesejahteraan Petani Meningkat pada Juli 2020 Ilustrasi BPS. (FOTO: Wikipedia)

TIMESBONTANG, JAKARTA – Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Juli 2020 mengalami kenaikan yang cukup tajam. Bahkan, angkanya mencapai 100,09 atau naik 0,49 persen jika dibanding dengan NTP sebelumnya. Kenaikan Indikator Kesejahteraan Petani itu terjadi lantaran Indeks Harga yang diterima Petani (It) naik sebesar 0,47 persen.

"Selain itu, NTUP (Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian) secara nasional juga mengalami kenaikan sebesar 100,53 atau 0,28 persen. Angka ini jauh lebih besar jika dibanding NTUP pada bulan sebelumnya," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kecuk Suhariyanto dalam keterangan yang diterima Senin (3/8/2020).

Menurut Suhariyanto, NTP Riau mendominasi kenaikan yang cukup besar, yakni berada di angka 3,57 persen. Capaian ini merupakan catatan baik karena sektor pertanian terus mengalmi perkembangan. "Kenaikan NTP menjadi bukti bahwa pemerintah bekerja serius setelah bulan sebelumnya terjadi penurunan," katanya.

Di sisi lain, kata Suhariyanto, harga gabah dan beras di penggilingan juga mengalami perkembangan bagus. Angka ini terlihat dari 1.629 transaksi penjualan gabah di 28 provinsi selama Juli 2020. Tercatat, transaksi gabah kering panen (GKP) mencapai 60,28 persen, gabah kering giling (GKG) 20,81 persen, dan gabah luar kualitas 18,91 persen.

Dengan demikian, selama Juli 2020 rata-rata harga GKP di tingkat petani mencapai Rp 4.788 perkilogram atau naik sebesar 1,44 persen di tingkat penggilingan sebesar Rp 4.883 perkilogram atau naik 1,32 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

"Jadi, rata-rata harga GKG di tingkat petani sebesar Rp 5.451 perkilogram atau turun 6,74 persen. Kemudian angka di tingkat penggilingan Rp 5.601 perkilogram atau turun 5,99 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp 4.387 perkilogram atau naik 0,29 persen dan di tingkat penggilingan Rp 4.487 perkilogram atau naik 0,39 persen," terangnya.

Sebagai informasi, Nilai tukar petani (NTP) adalah indikator kesejahteraan petani yang  perhitungannya menggunakan rasio antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani. Selain NTP, terdapat NTUP  yang merupakan indikator dalam menentukan tingkat kesejahteraan petani dari  usaha pertanian secara keseluruhan. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com