Gedung Baru Hemodialisa di Rumah Sakit Pupuk Kaltim Resmi Beroperasi

Home / Berita / Gedung Baru Hemodialisa di Rumah Sakit Pupuk Kaltim Resmi Beroperasi
Gedung Baru Hemodialisa di Rumah Sakit Pupuk Kaltim Resmi Beroperasi Direktur Utama Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman saat menyampaikan sambutan pada peresmian gedung Hemodialisa (Foto: Kusnadi/TIMES Indonesia)

TIMESBONTANG, BONTANGRumah Sakit Pupuk Kaltim sekarang dilengkapi gedung khusus untuk melayani pasien cuci darah atau hemodialisa. Fasilitas baru tersebut dilaunching pada hari ini, Jumat (11/10/2019) sore.

Gedung yang diresmikan dengan penanda tanganan prasasti serta pemotongan pita oleh Direktur Utama Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman tersebut merupakan bentuk kerjasama operasional dengan investasi berupa mesin cuci darah dan pembangunan Gedung Hemodialisa oleh PT Fresenius.

Hemodialisa-2.jpg

Dalam sambutannya Direktur Utama Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman mengapresiasi upaya mandiri Rumah Sakit PKT yang diwadahi secara profesional dengan memaksimalkan tujuan sosial dan bisnis oleh PT KMU itu. "Saya terus terang saja bangga dengan perkembangan PT KMU ini, pelan pelan mulai ikuti alur perkembangan alur perusahaan secara profesional," tuturnya.

Lebih lanjut, pria yang menjabat Direktur Utama sejak 2016 ini tak bisa menyembunyikan rasa kagumnya itu juga mengharapkan agar Rumah Sakit PKT ini tidak hanya pengelola rumah sakit akan tetapi karyawan sendiri mesti punya kebanggaan menjadi bagian dari perusahaan.

Pupuk-Kaltim.jpg

"Untuk membangun perusahaan itu mesti begitu, pencapaiannya membanggakan dan luar biasa, apapun itu selain untuk services masyarakat Bontang ini semua ditujukan juga untuk kepentingan kesejahteraan karyawannya," pujinya.

Sementara itu Direktur Utama PT KMU, Nurul Fathoni membeberkan kondisi rumah sakit Pupuk Kaltim itu sebagai sentral penanganan Hemodialisis bagi 2 wilayah di Kalimantan Timur nantinya.

"Hanya ada di Kota Bontang saja fasilitas cuci darah itu, sehingga dari Sangatta Bengalon dan sekitarnya harus cuci darah disini," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa sejak tahun 1998, dua mesin Hemodialisis sudah disediakan oleh Rumah Sakit Pupuk Kaltim akhirnya dengan adanya Gedung Hemodialisis berkembang sampai saat ini menjadi 18 mesin.

Pupuk-Kaltim-2.jpg

Dengan pembangunan gedung baru tersebut sebanyak 600 kali pasien selama satu bulan dapat terlayani dengan baik, sehingga kehadiran gini diharapkan mesin bisa bertambah menjadi 30 mesin.

"Sebetulnya kita tidak berharap banyaknya pasien cuci darah, karena ini merupakan status yang berat buat pasien kita, namun kenyataannya prevalence pasien gagal ginjal semakin banyak. Dulu 1/1000, sekarang 1/500," jelasnya.

Sebagai hiburan acara ditampilkan pula pengisi acara berupa paduan suara, pembacaan puisi hingga tari kreasi.

Dalam kesempatan itu pula, sebuah testimoni dari salah satu pasien hemodialisa bernama Sihono Waluyo menambah hikmat acara peresmian tersebut.

Usai opening ceremony, Direktur Utama Pupuk Kaltim bersama jajaran direksi dan undangan meninjau langsung Gedung Hemodialisa yang perdana digunakan hari ini itu.

Hadir dalam peresmian gedung hemodialisa tersebut, Direktur Utama PT KMU (Kaltim Medika Utama), Nurul Fathoni; Direktur SDM dan Umum, Meizar Effendi; Direktur Produksi, Bagya Sugihartana; Sekretaris Perusahaan, Budi Wahju Soesilo; GM Umum, Nur Sahid; Manager Humas, Wahyudi; Pimpinan Rumah Sakit Amalia, dr. Yuniarti Arbain; Yayasan Rumah Sakit Pupuk Kaltim dan sejumlah perusahaan di Kota Bontang. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com