Redam Radikalisme, PCINU Tiongkok Dorong Wacana Baru Islam 'Alternatif'

Home / Berita / Redam Radikalisme, PCINU Tiongkok Dorong Wacana Baru Islam 'Alternatif'
Redam Radikalisme, PCINU Tiongkok Dorong Wacana Baru Islam 'Alternatif' Islam, Indonesia, dan China: Pergumulan Santri Indonesia di Tiongkok (FOTO: Istimewa)

TIMESBONTANG, JAKARTA – Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama / PCINU Tiongkok berinisiasi mengadakan kegiatan bedah buku "Islam, Indonesia, dan China: Pergumulan Santri Indonesia di Tiongkok". 

Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar guna memberi terang dan menjelaskan dinamika kehidupan beragama yang dialami secara langsung oleh para pelajar muslim Indonesia di Tiongkok. 

"Terlebih, isu Tiongkok ini kerap mewarnai dinamika politik dalam negeri di Indonesia. Bahkan, rumor mengenai isu agama, ekonomi, dan politik Tiongkok beberapa kali muncul sebagai hidangan yang berimpak pada munculnya tindakan intoleransi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia," ujar Ketua PCINU Tiongkok, Nurwidiyanto kepada TIMES Indonesia, Senin (15/7/2019).

Memang kata dia, beragam rumor negatif tentang Tiongkok di Indonesia faktanya merupakan sesuatu yang inheren, yang terkonstruk bertahun-tahun lamanya seiring berbarengan dengan proses globalisasi dan sentimen ras yang pernah muncul di masa orde baru. 

Makanya, lanjut Nurwidiyanto, tak heran hingga saat ini sentimen tersebut masih bertahan dan sering muncul-tenggelam dalam proses dinamika politik di Indonesia. 

"Adanya forum bedah buku semacam ini akan semakin memperkarya khazanah sekaligus meminimalisir kesimpangsiuran informasi di masyarakat," jelas Nurwidiyanto menambahkan.

Selain itu, forum ini juga diklaim dapat digunakan sebagai ruang tanya-jawab yang lebih komperehensif terkait kondisi aktual di Tiongkok itu sendiri. Terlebih kini, perbincangan tentang Islam dan ritual keagamaan pemeluk agama Islam di Tiongkok menghangat bersamaan dengan perkembangan kemajuan ekonomi dan menguatnya posisi Tiongkok dalam geo-ekonomi politik global.

"Secara garis besar, kegiatan ini setidaknya  memiliki tujuan, pertama, untuk mejelaskan informasi tentang pengalaman kehidupan beragama dan perkembangan Islam secara komprehensif di Tiongkok kepada masyarakat," papar Nurwidiyanto.

Tujuan kedua, mengenalkan konsep Islam Ahlissunah Wal Jamaah  An-Nahdiyah sebagai landasan islam moderat demi menjaga perdamaian dunia. Dan ketiga, untuk menjelaskan gambaran perkembangan ekonomi, pendidikan dan sains, juga relasi Indonesia-China kontemporer.

"Serta keempat, menerangkan bagaimana pemerintah Tiongkok mengelola dinamika keagamaan dalam kehidupan bernegara mereka," lanjut Nurwidiyanto, Ketua PCINU Tiongkok, Nurwidiyanto berbicara kegiatan bedah buku "Islam, Indonesia, dan China: Pergumulan Santri Indonesia di Tiongkok," tandas Nurwidiyanto, ketua PCINU Tiongkok. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com