Indonesia Siaga Satu Menjaga Masuknya Virus Corona

Home / Berita / Indonesia Siaga Satu Menjaga Masuknya Virus Corona
Indonesia Siaga Satu Menjaga Masuknya Virus Corona Virus Corona Wuhan

TIMESBONTANG, JAKARTA – Indonesia menyatakan siaga satu dalam menjaga masuknya Virus Corona Wuhan atau novel Corona Virus (nCoV).

Dalam situs resmi Kementerian Kesehatan, Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengaku sudah siaga satu menjaga seluruh titik yang bisa menjadi pintu masuk penyebaran virus corona di Indonesia.

Menkes minta masyarakat tidak panik, dan tetap tenang. Ia juga meminta semua pihak untuk berhati-hati dalam memberikan pernyataan. Jangan sampai melebihi batas kewenangan yang ada.

Ia ingin setiap informasi yang beredar dipastikan dulu kebenarannya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan dengan baik.

Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kemenkes, dr. Anung Sugihantono, M.Kes juga sudah menerima pemberitaan dari pemerintah Cina tentang terjadinya indikasi penularan nCoV dari manusia ke manusia.

Sampai dengan 21 Januari 2020 tercatat sudah 218 orang warga Cina tertular virus nCoV, dan 4 diantaranya meninggal dunia.

Kasus ini menjadi perhatian yang serius bukan hanya oleh pemerintah Indonesia tapi juga WHO.

Dalam briefing Kemenkes pada hari Kamis malam (23/1/2020), seperti dikutip Straits Times, Jumat (24/1/2020), seorang warga negara Tiongkok dinyatakan positif mengidap nCoV di Singapura.

Pria berusia 66 tahun, penduduk Wuhan itu tiba di Singapura dengan sembilan rekan seperjalanannya pada hari Senin (20/1/2020). Kemenkes menyebutkan mereka tinggal di resor Rasa-Sentosa Shangri-La.

Kemenkes sudah mengundang berbagai pihak termasuk WHO untuk menskenariokan strategi dalam rangka menyiapkan sekaligus mengantisipasi penyebaran nCoV yang ada di Wuhan.

Kabar dari WHO, Sekjen PBB juga akan mengundang berbagai pihak yang berkaitan dengan nCoV ini. Karakteristik nCoV mirip virus yang memicu Sindrom Pernapasan Akut Berat, atau SARS.

Kemenkes juga sudah mengaktifkan kembali 100 RS rujukan Flu Burung yang sudah ada SK Menkes nomor 414 tahun 2007, melalui surat dari Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan, pada 7 januari 2020 untuk mengupdate kemampuan, logistik, Standar Operasional Prosedur yang ada untuk mengantisipasi hal-hal yang berkaitan dengan kasus nCoV.

Anung mengatakan, pihaknya juga meminta RS Infeksi Sulianti Saroso untuk mengecek kesiapan dan sebagainya. "Telah terkonfirmasi bahwa mereka sudah siap sarana prasarana sebagai RS rujukan infeksi nasional," katanya.

RS Sulianti Saroso juga akan mengadakan webinar ke 100 RS rujukan dan Ditjen Yankes diminta melibatkan RS swasta sebagai bagian dari penanganan bila terjadi penularan nCoV.

Sekarang ini setiap hari ada kurang lebih 30 penerbangan dari Cina baik penerbangan langsung maupun transit. Jumlah penumpang antara 4.500 hingga 6.000 dan harus diperhitungkan dalam penanganannya.

''Intinya kami menyiapkan segala hal dan menginventarisasi segala kesiapan di bidang kesehatan sebagai kesiapan Indonesia mencegah Virus Corona (nCoV),'' tambah dr. Anung. (*)

Baca Berita Peristiwa dan Politik terbaru di Indonesia dan luar negeri lainnya hanya di TIMES Indonesia.

Berita Lainnya

Komentar

Top
satriamedia.com